Binjai — Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) STIT Al Washliyah Binjai mengadakan outing class untuk mata kuliah Kewirausahaan pada semester 2 (kelas pagi). Kegiatan dilaksanakan sebagai bagian dari pembelajaran praktik kewirausahaan dengan pendampingan dosen pengampu, Yuni Asri Ningratri, S.E., M.M. , pada tanggal 20 Juni 2026
Outing class yang diikuti puluhan mahasiswa ini digelar di beberapa usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kelurahan Damai, Kecamatan Binjai Utara, Kota Binjai. Rangkaian kunjungan meliputi Tape Astri Binjai, Seserahan Astri, dan Umma Dzafatsa Gorden. Tujuan kunjungan adalah memberikan pengalaman langsung tentang proses produksi, pemasaran, manajemen usaha, serta menjalin hubungan antara calon pendidik dan pelaku usaha lokal.
Dalam kunjungannya ke Tape Astri Binjai, mahasiswa mendapat penjelasan mengenai teknik pembuatan tape tradisional, bahan baku, serta strategi mempertahankan cita rasa khas dalam persaingan pasar. Pemilik usaha menjelaskan proses fermentasi, pengemasan, hingga penentuan harga jual yang ramah konsumen.
Selanjutnya, di Seserahan Astri mahasiswa mempelajari produk-produk seserahan yang kerap dibutuhkan dalam tradisi pernikahan dan acara adat. Mahasiswa mencatat teknik personalisasi produk, pengemasan menarik, serta peluang pemasaran melalui jejaring sosial dan kerja sama event.
Di Umma Dzafatsa Gorden, fokus pembelajaran adalah pada usaha jasa dan produk gorden serta aksesoris rumah tangga. Mahasiswa diajak melihat proses pengukuran, pembuatan pola, pemilihan bahan, hingga pelayanan pemasangan. Pemilik usaha juga berbagi pengalaman tentang penanganan pesanan custom dan peningkatan kualitas layanan pelanggan.
Dosen pengampu, Yuni Asri Ningratri, menyampaikan bahwa outing class ini dimaksudkan untuk mengintegrasikan teori kewirausahaan yang diajarkan di kelas dengan praktik nyata di lapangan. “Mahasiswa tidak hanya mempelajari konsep kewirausahaan, tetapi juga melihat kendala dan inovasi nyata yang dilakukan pelaku UMKM lokal. Pengalaman langsung seperti ini penting untuk membentuk pemahaman praktis dan jiwa kewirausahaan,” ujar Yuni.
Kegiatan berlangsung interaktif; mahasiswa diberi kesempatan mengajukan pertanyaan, melakukan observasi, dan merumuskan ide-ide kolaborasi yang dapat mendukung pengembangan UMKM setempat, seperti pelatihan pemasaran digital, desain kemasan, atau program magang singkat. Para pelaku UMKM menyambut baik kunjungan tersebut dan berharap adanya sinergi lanjutan dengan institusi pendidikan.
Kegiatan ini diharapkan menjadi awal kerja sama berkelanjutan antara STIT Al Washliyah Binjai dan pelaku usaha di Kelurahan Damai.

0 Komentar