Di Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Al-Washliyah Kota Binjai, kami berkomitmen untuk menyediakan pendidikan yang berkualitas dan berlandaskan nilai-nilai agama, karakter, serta kepemimpinan yang tangguh. Kami berupaya mencetak lulusan yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga memiliki akhlak yang mulia, keterampilan sosial, dan rasa tanggung jawab terhadap masyarakat. Dengan mengintegrasikan ilmu pengetahuan dan pengembangan karakter, STIT Al-Washliyah berfokus pada pembentukan generasi muda yang siap menghadapi tantangan masa depan dan menjadi agen perubahan yang positif di lingkungan sekitar.

Belajar Sejarah Islam dari Sumbernya, Mahasiswa PAI STIT Al Washliyah Binjai Observasi ke Tuan Guru Besilam



Langkat - Mahasiswa Pendidikan Agama Islam (PAI) Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Alwashliyah Binjai melaksanakan observasi lapangan ke Kompleks Tuan Guru Besilam, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, Rabu (8/7/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari pembelajaran Mata Kuliah Pengembangan Materi Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) di MI/SD yang bertujuan memperkuat pemahaman mahasiswa melalui pengalaman belajar langsung di lapangan.


Observasi dipimpin oleh dosen pendamping yang juga Ketua Program Studi PAI, Abdul Rahim, M.Pd., yang juga merupakan dosen Mata Kuliah Pengembangan Materi Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) di MI/SD.


Abdul Rahim menjelaskan bahwa kegiatan tersebut dirancang agar mahasiswa tidak hanya memahami materi secara teoritis di ruang kuliah, tetapi juga mampu mengkaji langsung jejak sejarah perkembangan Islam di Sumatera Utara, khususnya dakwah yang diwariskan oleh Syekh Abdul Wahab Rokan.


"Melalui observasi lapangan ini, mahasiswa diharapkan mampu menghubungkan teori yang dipelajari di kelas dengan fakta sejarah yang ada di lapangan, sehingga pemahaman mereka terhadap Sejarah Kebudayaan Islam menjadi lebih komprehensif," ujarnya.


Dalam kunjungan tersebut, rombongan mahasiswa mendapat kesempatan bersilaturahmi sekaligus berdialog langsung dengan Tuan Guru Besilam ke-12, Dr. H. Zikmal Fuad, M.A.


Pada kesempatan itu, Dr. Zikmal Fuad memaparkan sejarah perjuangan Syekh Abdul Wahab Rokan, proses berdirinya Kampung Besilam, serta perkembangan dakwah dan kebudayaan Islam yang menjadikan Besilam sebagai salah satu pusat penyebaran Islam dan pendidikan keagamaan di Sumatera Utara.


Mahasiswa juga memperoleh penjelasan mengenai nilai-nilai dakwah yang diwariskan Syekh Abdul Wahab Rokan, seperti pentingnya pendidikan Islam, pembinaan akhlak, penguatan ukhuwah Islamiyah, serta pembentukan karakter spiritual dalam kehidupan bermasyarakat.


Suasana diskusi berlangsung hangat dan interaktif. Para mahasiswa tampak antusias mengajukan berbagai pertanyaan mengenai sejarah Besilam, peran ulama dalam penyebaran Islam, hingga relevansi nilai-nilai perjuangan Syekh Abdul Wahab Rokan terhadap kehidupan generasi muda saat ini. Di sela-sela diskusi, Syekh Zikmal Fuad memberikan dua buku kepada mahasiswa STIT Al Washliyah Binjai sebagai tambahan referensi penulisan jurnal yaitu buku Sejarah Hidup dań Perjuangan Dakwah Syekh Abdul Wahab Rokan (Tuan Guru Pertama Babussalam/Besilam Langkat) dan Syekh Muim Al Wahhab Al Khalidi Naqsyabandi.



Selain berdialog dengan Tuan Guru Besilam, mahasiswa juga mengunjungi kompleks makam Syekh Abdul Wahab Rokan beserta keluarga beliau. Kompleks makam tersebut merupakan salah satu situs sejarah Islam yang memiliki nilai religius tinggi dan menjadi tujuan ziarah masyarakat dari berbagai daerah sebagai bentuk penghormatan atas jasa-jasa Syekh Abdul Wahab Rokan dalam menyebarkan ajaran Islam di Nusantara.


Melalui kegiatan ini, STIT Al Washliyah Binjai terus mendorong penerapan pembelajaran yang inovatif, kontekstual, dan berbasis pengalaman. Diharapkan mahasiswa tidak hanya memiliki kemampuan akademik yang baik, tetapi juga mampu menghargai warisan sejarah Islam serta mengamalkan nilai-nilai perjuangan para ulama dalam kehidupan bermasyarakat.



Kegiatan observasi ini menjadi salah satu bentuk implementasi pembelajaran berbasis lapangan yang memperkaya wawasan mahasiswa sekaligus memperkuat keterkaitan antara teori, sejarah, dan praktik dalam pengembangan pendidikan Islam.

0 Komentar