Langkat - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 05 STIT Al-Washliyah Kota Binjai menggelar seminar edukasi bahaya narkotika di Aula Kantor Camat Padang Tualang, Kabupaten Langkat.
Kegiatan yang berlangsung di Kelurahan Tanjung Selamat, Kecamatan Padang Tualang, tersebut digelar sebagai upaya meningkatkan pemahaman masyarakat, khususnya generasi muda, mengenai risiko penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika.
Seminar tersebut melibatkan Satma Milenial AMPI Langkat dan Satuan Reserse Narkoba Polres Langkat. Rangkaian kegiatan diawali dengan gerak jalan santai dan senam bersama yang dipimpin Kepala Satuan Reserse Narkoba Polres Langkat AKP Amrizal Hasibuan, SH, MH.
Setelah kegiatan olahraga bersama, acara dilanjutkan dengan seminar edukasi mengenai bahaya penyalahgunaan narkotika.
Ketua KKN Kelompok 05 STIT Al-Washliyah Kota Binjai, Eris P. Kaban, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya mahasiswa memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai dampak penyalahgunaan narkotika.
Menurutnya, pengetahuan yang diperoleh peserta diharapkan dapat diteruskan kepada keluarga, teman maupun masyarakat di lingkungan masing-masing.
“Kami berharap kegiatan ini tidak hanya memberikan pemahaman kepada peserta yang hadir, tetapi juga mendorong mereka untuk ikut menyampaikan edukasi kepada lingkungan sekitar,” ujarnya.
Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KKN Kelompok 05 STIT Al-Washliyah Kota Binjai mengapresiasi pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurutnya, seminar edukasi merupakan salah satu bentuk kontribusi mahasiswa kepada masyarakat selama menjalankan program KKN.
Ia berharap mahasiswa dapat terus membangun kepedulian terhadap berbagai persoalan sosial di tengah masyarakat, termasuk upaya pencegahan penyalahgunaan narkotika.
Sementara itu, Ketua DPD AMPI Langkat Muhammad Zaid Pauliza Lubis, ST, mengatakan pencegahan penyalahgunaan narkotika membutuhkan keterlibatan berbagai pihak.
Menurutnya, persoalan narkotika tidak hanya menjadi tanggung jawab aparat penegak hukum, tetapi juga membutuhkan peran pemerintah, lembaga pendidikan, organisasi kepemudaan, keluarga dan masyarakat.
“Pemberantasan narkoba membutuhkan sinergi antara aparat penegak hukum, pemerintah, organisasi kepemudaan, lembaga pendidikan, keluarga dan masyarakat,” katanya.
Polisi Tekankan Peran Keluarga
Materi pertama disampaikan Kepala Bagian Operasional Satuan Reserse Narkoba Polres Langkat IPTU Ardiansyah.
Dalam pemaparannya, ia menjelaskan mengenai risiko penyalahgunaan narkotika, dampaknya terhadap individu dan lingkungan, serta pentingnya pencegahan sejak dini.
Ardiansyah juga menjelaskan bahwa penggunaan narkotika memiliki ketentuan hukum tertentu dan tidak dapat dilakukan secara sembarangan. Karena itu, masyarakat perlu memahami perbedaan antara penggunaan yang memiliki dasar dan pengawasan sesuai ketentuan dengan penyalahgunaan narkotika.
Ia menekankan bahwa pencegahan dapat dimulai dari lingkungan keluarga melalui komunikasi dan pengawasan terhadap anggota keluarga.
“Pengawasan tentu diawali dengan rumah tangga, diawasi oleh orang tua dan saudara,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Ardiansyah juga membagikan sejumlah pengalaman penanganan perkara narkotika di lapangan. Ia menyebut masih terdapat anggapan di sebagian masyarakat bahwa narkotika jenis tertentu dapat meningkatkan stamina atau mengurangi rasa lelah dan kantuk ketika bekerja.
Menurutnya, anggapan tersebut berisiko menimbulkan penyalahgunaan dan ketergantungan.
Ia juga menjelaskan bahwa perubahan perilaku maupun kondisi psikologis seseorang dapat menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan oleh keluarga.
Ardiansyah menambahkan, orang yang mengalami ketergantungan narkotika membutuhkan penanganan yang tepat. Menurutnya, pendekatan rehabilitasi dan dukungan keluarga dapat menjadi bagian dari upaya pemulihan sesuai ketentuan yang berlaku.
“Pengguna jangan dikucilkan, karena itu bisa membalikkan mereka menjadi pengguna kembali,” katanya.
Selain penanganan terhadap pengguna, ia menegaskan pentingnya upaya pemberantasan terhadap jaringan peredaran narkotika. Namun, pencegahan di lingkungan masyarakat tetap menjadi bagian penting untuk menekan risiko penyalahgunaan.
Ia juga mengingatkan pentingnya memberikan contoh positif di lingkungan keluarga dan masyarakat. Edukasi serta pengawasan dinilai dapat menjadi langkah awal untuk mencegah penyalahgunaan narkotika.
Dorong Generasi Muda Berani Menolak
Pemateri kedua, Zia Ulhaq, mantan Presiden Mahasiswa STIT Al-Washliyah Kota Binjai sekaligus aktivis muda Binjai, membahas faktor lingkungan yang dapat memengaruhi seseorang dalam penyalahgunaan narkotika.
Ia menyampaikan bahwa ajakan dari lingkungan pergaulan menjadi salah satu hal yang perlu diwaspadai, khususnya oleh kalangan generasi muda.
Menurut Zia, edukasi mengenai narkotika tidak cukup hanya dengan mengenalkan jenis dan dampaknya. Generasi muda juga perlu dibekali kemampuan untuk mengambil keputusan dan menolak ajakan yang berisiko.
“Generasi muda perlu memiliki pemahaman yang benar mengenai narkotika sehingga tidak mudah terpengaruh oleh ajakan dari lingkungan,” ujarnya.
Ia menilai upaya pencegahan juga perlu dilakukan dengan menciptakan lingkungan pergaulan yang sehat serta membuka ruang bagi generasi muda untuk terlibat dalam kegiatan positif.
Seminar tersebut diikuti sejumlah organisasi kepemudaan dan masyarakat. Di antaranya Rayon AMPI Kecamatan Padang Tualang, KONI Padang Tualang, PAC IPK Kecamatan Padang Tualang, Rayon AMPI Kecamatan Batang Serangan, DPD Pemuda Pancasila, Forum Pemuda Daerah Langkat, PAC GRIB Jaya Kecamatan Batang Serangan, serta KNPI Padang Tualang.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari kolaborasi mahasiswa KKN Kelompok 05 STIT Al-Washliyah Kota Binjai bersama Satma Milenial AMPI Langkat, Satuan Reserse Narkoba Polres Langkat dan berbagai elemen masyarakat dalam meningkatkan kesadaran mengenai bahaya penyalahgunaan narkotika.
Melalui seminar tersebut, mahasiswa KKN berharap edukasi yang diberikan dapat diteruskan kepada keluarga dan masyarakat sehingga upaya pencegahan penyalahgunaan narkotika dapat dilakukan secara berkelanjutan.
Kegiatan itu juga diharapkan menjadi salah satu langkah untuk mendorong terciptanya lingkungan yang lebih sehat dan aman bagi generasi muda.





0 Komentar